Biasa Aja

H: boii, apa kabar?
R: biasa aja. kenapa? udah lulus?
H: -_- (dalam hati)

———————————————————————-
well, the way siblings express their affection for each other varies.

Another Ukhuwah Moment with JTM09: Pantai Drini

Rabu, 1 Januari 2014, kami (saya dan keluarga KKN13 JTM09) berkesempatan mengunjungi salah satu keindahan alam ciptaan-Nya, yaitu Pantai Drini, salah satu pantai yang ada di daerah Gunung Kidul. Katanya, pantai ini termasuk yang paling bagus sebelum pantai Indrayanti. Dan..ternyata memang begitu adanya. Pantainya baguuuus.. soalnya bersih dari sampah, hahaha… tapi beneran bagus..ย  Ga kalah dari pantai-pantai di luar negeri yang pernah saya liat fotonya..ย  Subhanallah ๐Ÿ™‚

Perjalanan dari Jogja sekitar 2 jam karena masih waktu-waktu liburan jadi jalan menuju kesana lumayan macet, ditambah hujan yang mengiringi dan terpisah-pisahnya kami, jadi harus berhenti beberapa kali, tunggu-tungguan. (soalnya pake motor, haha)

Capek sih.. tapi semuanya terbayar sesampainya di Pantai Drini, mata kita disuguhi pemandangan yang menyejukkan, mata serasa dicuci deh.. alias beneran dicuci (kena cipratan ombak -_-), airnya asin ๐Ÿ˜›

Puas main air, kita makan bersama. Sebenarnya pengen banget makan kepiting sama cumi, tapi sekilonya 70k T.T tapi nasi ikan bakar seharga 15k juga enak kok ๐Ÿ˜€

Ga rugi deh main ke pantai ini. Bagi kami sih.. Ga percaya? Silahkan buktikan sendiri ๐Ÿ˜€

 

 

 

Ada apa di balik IP semester ini?

Gimana IP semester ini?

Membahagiakan atau mengecewakan?

 

Ada kalanya, kita merasa bisa mengerjakan soal ujian dan yakin akan mendapat nilai yang baik, namun ternyata nilai yang tertera tak seindah yang kita harapkan. Tapi ada kalanya pula, kita merasa tidak bisa mengerjakan soal ujian dengan baik, hingga merasa takut akan mendapat nilai yang rendah, namun justru nilai baik yang kita dapatkan. Pernah?

Begitulah yang ku rasakan, mungkin sebagian teman-teman juga pernah mengalaminya. Seringkali.. ya, tak hanya di semester ini saja.

Dan atas setiap kejadian yang kita alami, pasti selalu terpikirkan di benak kita, mengapa bisa seperti itu? Kenapa harus begitu?

Mungkin-ini hanya sekedar asumsi saya-ketika kita merasa yakin, terselip rasa sombong walaupun itu hanya sedikit, kita merasa hebat telah berhasil mengerjakan soal dengan sangat baik, mungkin kita lupa berdoโ€™a, lupa bersyukur atau semacam itulah, kita lupa bahwa ada campur tangan Allah di setiap kemudahan yang kita dapatkan. Atau mungkin, Allah ingin kita lebih mendalami ilmu tersebut. Kalau nilai rendah, otomatis kita ingin memperbaikinya kan? Lalu mau tak mau kita harus belajar lagi dan lagi, hingga akhirnya (semoga) ilmu itu semakin melekat di pikiran kita, dan semakin dalam pula kita memahami ilmu tersebut.

Sementara kalau nilai kita langsung bagus, mungkin ilmu itu akan segera kita lupakan karena merasa ujian sudah lewat, maka biarkanlah ilmu yang kemarin ikut menguap. โ€˜Datang, kerjakan, lupakanโ€™, begitulah slogan ujian yang sering ku dengar dari teman-teman.

Yah, secara teori, apa yang kita dapatkan sejatinya sebanding dengan apa yang kita usahakan, seperti hukum newton berapa gitu (lupa, hehehe), F aksi = – F reaksi. Eits, tapi jangan lupa..ada Allah yang lebih mengerti mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Maka, tetaplah selalu berusaha berbaik sangka, karena setelah kesulitan ada kemudahan ๐Ÿ™‚

โ€˜Jika ini memang perintah Allah, Allah tak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nyaโ€™

Jadi, bahagia ataupun kecewa dengan hasil semester ini, semoga ilmu yang kita dapatkan barokah. Tetaplah bersyukur, berbaik sangka, bersemangat dan berusaha lebih baik selagi kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri ^^

Sebiru Hari ini

Sore hari di pantai modung, pemandangan indah sejukkan mata, sembari mencari ta’jil untuk buka puasa

21

Waktu terus berjalan, berganti setiap detiknya, menuntut kita untuk memilih maju ke depan menghadapi semua tantangan atau bertahan di dalam zona nyaman.

Waktu terus berjalan, tak terasa juli telah datang..

dua puluh satu, alhamdulillah ๐Ÿ™‚

(Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?)

 

9 Juli yang berbeda

Entah kebetulan atau disengaja #eh, di hari kelahiran bisa berada di kota pahlawan, kota kelahiran, seharian. Walaupun lelah berkelana dari dinas ke dinas, Soto ayam Lamongan dan Nasi Pecel cukup membayar semua ini ๐Ÿ˜€

9 Juli yang berbeda

Dapat kejutan dari teman-teman KKN PPM UGM JTM09 :’) arigatou teman2, mator sakalangkong nggih ๐Ÿ˜€

 

masih banyak sekali yang ingin diceritakan, tapi kata-kata ini tak sanggup mewakilkan (#alibi :p)

 

Semoga IP naik, nilai barokah ๐Ÿ˜€ (belum lihat portal, pokoknya boleh lihatnya setelah KKN selesai #prinsip biar fokus KKN :p #alibi, padahal ga siap lihat nilai, ahahaha)

Semoga proposal dan skripsi nya lancar

semoga kknnya lancar dan dimudahkan

semoga…ehm, dijemput di saat yang tepat #eh. sesuai QS. An-Nur: 26

semoga bermanfaat untuk umat ๐Ÿ™‚

 

21.. alhamdulillah ๐Ÿ™‚

Berita Kehilangan

Telah hilang sebuah gantungan ransel/hp berbentuk ONIGIRI dari kain flanel. Hilang di sekitar farmasi, jl.medika, jl.sains, jl.kesehatan pukul 17.30-17.40. Barang siapa yang menemukan, jika akhwat akan dijadikan saudari, jika ikhwan *sebagian teks hilang*

Cita-cita Seiring Waktu

waktu TK cita-citanya pelukis, soalnya suka menggambar dan mewarnai

waktu SD kelas sekian dan SMP, cita-citanya guru bahasa inggris, soalnya lagi suka-sukanya bahasa inggris

waktu SMA kelas 1, cita-citanya programmer, soalnya ingin membuat game harvest moon yang ada masjid di dalamnya

waktu kelas 2 dan 3 SMA, cita-cita jadi peneliti.

sejak kuliah dan setelah melewati berbagai peristiwa bersejarah yang menempa mental (halah), cita-citaku kini menjadi kepala LPPOM MUI atau BPOM. Dan tentunya saja yang utama, menjadi anak yang sholehah dan ustadzah yang baik untuk anak-anakku (#uhuk).

1 lagi, jadi desainer grafis sekaligus punya percetakan dan penerbit sendiri.

aamiin.

 

cita-cita mungkin bisa berubah, ketika wawasan berpikir semakin luas.

tidak salah ketika cita-cita itu berubah, yang salah adalah ketika kau hidup tanpa cita-cita.

dan tentu saja, cita-citanya yang baik, orientasi tak hanya sukses dunia, namun juga sukses akhirat. ๐Ÿ™‚

Adalah dia (3)

Adalah dia, yang mengukir namaku di skripsinya

Adalah dia, yang dulu menemaniku bermain

Adalah dia, yang dulu menjagaku di sekolah

Adalah dia, yang sering bertengkar denganku karena hal kecil

Adalah dia, yang rela pulang demi mengambil uang sakuku yang tertinggal

Adalah dia, yang mengenalku pada Arsenal, komik, dan PS

Adalah dia, yang terkadang mewakili peran ayah saat kubutuhkan

Adalah dia, yang entah pura-pura lupa atau benar-benar lupa akan hari lahirku, hingga 2 tahun terakhir ini selalu kutodong doโ€™anya

Adalah dia, yang aku khawatir akan kehilangan perhatiannya saat ia telah berkeluarga nanti

Adalah dia, kakakku, yang dalam hatinya tersimpan kasih sayang yang begitu besar untuk keluarga walau tak selalu terlisankan

Adalah dia, kakakku tersayang yang kenangan bersamanya akan selalu kusimpan dalam hati walau tak selalu terabadikan dengan foto

 

Apa kabar di sana?

Apakah kau makan dengan baik?

Apakah kau istirahat dengan baik?

Apakah kau mendapat tempat tinggal yang layak?

Apakah kau kesepian?

Kau tahu, aku tak bisa berpura-pura tak mengkhawatirkanmu

 

Sepanjang Perjalanan Hidup

Kalau sekarang ditanya ‘hobimu apa?’, hampir selalu kujawab ‘membaca dan desain grafis’, sepertinya selalu itu jawabanku.

Tak terasa sudah 2 tahun menjadi berkelana dalam dunia desain. Jalan berliku, entah sudah berapa tikungan kulalui, sudah berapa kali kujumpai batu yang menghadang, ataupun tak sengaja kaki ini tertusuk duri, aku lupa. Yang aku ingat aku menikmatinya ๐Ÿ™‚

Ya, aku menikmatinya. Walaupun awalnya aku tak berniat sejauh ini terjerumus di dalamnya, lebih tepatnya aku dijerumuskan didorong, hehe. Masih teringat, Safrida KMMF 1431 H, mantan Kabid MO menanyai kemampuanku mengoperasikan Corel. Walaupun ‘sedikit’ aku menjawab, beliau menunjukku jadi PJ PDD. Terima kasih sudah mempercayai aku yang padahal tidak percaya akan kemampuanku sendiri (atau mungkin karena waktu itu yang lain pada ga mau ya? hmm.. hanya beliau yang tahu). As a maba dan masih magang, panik dan khawatir berputar-putar di otakku, secara sepertinya tanggung jawabnya besar. Mana anggotanya disuruh nyari sendiri –a.

Sejak itu aku mulai belajar Corel, berbekal buku desain yang fullcolour dan mudah dipahami instruksinya (lupa judulnya apa, masih dipinjam teman). And…hey, I liked it! (mungkin karena sejak kecil hobiku menggambar, hehe) Read more

Memahami Diam

Sebagian orang, marahnya dengan diam, sedihnya dengan diam, dan kadang senangnya juga dengan diam.

Orang yang marah dengan diam takut kata-kata amarahnya melukai orang lain,ย  mengubah cara pandang orang terhadapnya, atau justru memperbesar masalah. Namun dirinya masih merasa kesal , sehingga mendiamkan orang yang bersalah adalah caranya untuk menyadarkan orang tersebut. Cara ini kadang efektif namun tak selalu, karena tidak semua orang peka akan perubahan sikap orang dan merasa bersalah.

Orang yang sedih dengan diam tidak ingin merepotkan orang lain, tidak suka dikasihani, atau karena kesedihan yang terlalu mendalam tak semudah itu diekspresikan. Orang yang sedih dengan diam akan berusaha terlihat tegar di luar, namun saat ia sendiri, menangis adalah cara mengurangi tekanan dalam hati, walaupun ia tahu menangis tak akan menyelesaikan masalah.

Orang yang senang dengan diam takut orang lain salah mengintrepretasikan rasa syukurnya sebagai kesombongan. Ia takut ada pihak yang terluka atas rizki yang ia terima.

Orang-orang dengan diam, cenderung memendam semua masalah sendirian. ‘Nggak ada apa-apa kok’ adalah jawabannya ketika ditanya.

Ah, diam memang emas. Tapi itu berlaku saat tak ada kata-kata baik untuk diucapkan.