Ada apa di balik IP semester ini?

Gimana IP semester ini?

Membahagiakan atau mengecewakan?

 

Ada kalanya, kita merasa bisa mengerjakan soal ujian dan yakin akan mendapat nilai yang baik, namun ternyata nilai yang tertera tak seindah yang kita harapkan. Tapi ada kalanya pula, kita merasa tidak bisa mengerjakan soal ujian dengan baik, hingga merasa takut akan mendapat nilai yang rendah, namun justru nilai baik yang kita dapatkan. Pernah?

Begitulah yang ku rasakan, mungkin sebagian teman-teman juga pernah mengalaminya. Seringkali.. ya, tak hanya di semester ini saja.

Dan atas setiap kejadian yang kita alami, pasti selalu terpikirkan di benak kita, mengapa bisa seperti itu? Kenapa harus begitu?

Mungkin-ini hanya sekedar asumsi saya-ketika kita merasa yakin, terselip rasa sombong walaupun itu hanya sedikit, kita merasa hebat telah berhasil mengerjakan soal dengan sangat baik, mungkin kita lupa berdo’a, lupa bersyukur atau semacam itulah, kita lupa bahwa ada campur tangan Allah di setiap kemudahan yang kita dapatkan. Atau mungkin, Allah ingin kita lebih mendalami ilmu tersebut. Kalau nilai rendah, otomatis kita ingin memperbaikinya kan? Lalu mau tak mau kita harus belajar lagi dan lagi, hingga akhirnya (semoga) ilmu itu semakin melekat di pikiran kita, dan semakin dalam pula kita memahami ilmu tersebut.

Sementara kalau nilai kita langsung bagus, mungkin ilmu itu akan segera kita lupakan karena merasa ujian sudah lewat, maka biarkanlah ilmu yang kemarin ikut menguap. ‘Datang, kerjakan, lupakan’, begitulah slogan ujian yang sering ku dengar dari teman-teman.

Yah, secara teori, apa yang kita dapatkan sejatinya sebanding dengan apa yang kita usahakan, seperti hukum newton berapa gitu (lupa, hehehe), F aksi = – F reaksi. Eits, tapi jangan lupa..ada Allah yang lebih mengerti mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Maka, tetaplah selalu berusaha berbaik sangka, karena setelah kesulitan ada kemudahan 🙂

‘Jika ini memang perintah Allah, Allah tak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya’

Jadi, bahagia ataupun kecewa dengan hasil semester ini, semoga ilmu yang kita dapatkan barokah. Tetaplah bersyukur, berbaik sangka, bersemangat dan berusaha lebih baik selagi kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri ^^

Senyum itu Shodaqoh :)

Senyum itu Sedekah

Sepanjang Perjalanan Hidup

Kalau sekarang ditanya ‘hobimu apa?’, hampir selalu kujawab ‘membaca dan desain grafis’, sepertinya selalu itu jawabanku.

Tak terasa sudah 2 tahun menjadi berkelana dalam dunia desain. Jalan berliku, entah sudah berapa tikungan kulalui, sudah berapa kali kujumpai batu yang menghadang, ataupun tak sengaja kaki ini tertusuk duri, aku lupa. Yang aku ingat aku menikmatinya 🙂

Ya, aku menikmatinya. Walaupun awalnya aku tak berniat sejauh ini terjerumus di dalamnya, lebih tepatnya aku dijerumuskan didorong, hehe. Masih teringat, Safrida KMMF 1431 H, mantan Kabid MO menanyai kemampuanku mengoperasikan Corel. Walaupun ‘sedikit’ aku menjawab, beliau menunjukku jadi PJ PDD. Terima kasih sudah mempercayai aku yang padahal tidak percaya akan kemampuanku sendiri (atau mungkin karena waktu itu yang lain pada ga mau ya? hmm.. hanya beliau yang tahu). As a maba dan masih magang, panik dan khawatir berputar-putar di otakku, secara sepertinya tanggung jawabnya besar. Mana anggotanya disuruh nyari sendiri –a.

Sejak itu aku mulai belajar Corel, berbekal buku desain yang fullcolour dan mudah dipahami instruksinya (lupa judulnya apa, masih dipinjam teman). And…hey, I liked it! (mungkin karena sejak kecil hobiku menggambar, hehe) Read more